Kamis, 06 Februari 2014

Cerpen : Cinta Tak Pernah Tahu


Cinta Tak Pernah Tau
            Jam wekker Hello Kitty berdering keras di kamar si cantik Mia yang bercat biru menunjukkan jam 05.00, ia pun bergegas kekamar mandi. Tidak butuh waktu lama ia pun sudah siap dengan seragam sekolahnya. Pagi ini penerimaan siswa baru telah dimulai di SMP 1 SAKURA yaitu sekolah Mia, adik kelas yang mendaftar pun begitu banyak.
Mia baru saja menyelesaikan uas yg telah berlangsung selama beberapa hari dan tinggal menunggu waktu untuk mengetahui hasil kerja keras kami selama belajar di sekolah. Hari ini Mia sedang berada di sekolah dengan beberapa sahabat-sahabatnya, hari ini tak ada pelajaran hanya ada remidi untuk nilai-nilai yang kurang mencukupi, dan untungnya Mia dan beberapa sahabatnya tidak terkena yang namanya remidi. Mia sedang duduk santai di depan kelas sambil asyik bercerita dengan sahabat-sahabatnya, sekolah begitu ramai karna pendaftaran untuk murid baru telah di buka.
Beberapa orang terlihat mondar-mandir di depan Mia sampai membuatnya pusing sendiri, akhirnya Mia dan para sahabatnya pergi ke sebuah ruangan kelas yang kosong, Mia menutup pintunya setelah itu mengeluarkan MP3 dari sakunya kemudian mulai memutar music. Music Justin Bieber pun terdengar mengalun dengan indahnya. Beberapa saat berlalu entah siapa tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang pria tampan, cool, chubby, namun sayang dia menutupi dirinya dengan jaket di tubuhnya.
“ Permisi, maaf kalau aku mengganggu, eemh aku ingin tanya kalian melihat Pak Hatta?” tanya pria itu
“ Oohhh.. Pak Hatta tadi aku lihat ada di ruang pendaftaran siswa baru kak ” jawab Mia kepada kakak kelas itu
“ Ohh.. begitu iya udah makasih yaaa dek” dengan senyum dan pergi meninggalkan ruangan itu
“ He'em ..” kembali mendengarkan music
“ Tadi itu siapa, kayaknya aku baru lihat “ tanya Mia pada para sahabatnya
“ Hmmmzz ... kalau menurut berita yang aku dengar dia itu murid pindahan dari sekolah apa gitu lupa aku” jawab Nina salah satu sahabatnya
“ Emang kenapa Mia, kamu suka yaaa?” goda sahabatnya
“ Eih... suka ga’ yaa cuma cowok kaya’ gituaan” Respond Mia
“ Suka ga’ pa-apa kali..” jawab Nina
“ Iya Mia awas kamu kewalat loh, nanti kalau kamu beneran suka gimana?”
Dari situlah awal dimana Mia bertemu dengan Reihan, yaa lelaki itu bernama Reihan Dwi Wijaya. Mia dan Reihan satu ekskul. Sebenarnya suatu kebetulan karna Mia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan dia. Waktu itu ekskul Mia kumpul, dan waktu akan perkenalan murid baru yang akan bergabung Mia melihatnya lagi dengan  jaket yg selalu menghiasi dirinya. Dari ekskul ini lah Mia tau siapa dia.
Tak lama Mia mendapatkan sebuah chat darinya difacebook yang ternyata dia tak mengenali Mia.
Sorry ini siapa yaa?”
“Aku Mia juniornya kakak”
Ooh mangkanya aku kayak kenal wajahnya tapi lupa dimana?”
“Hmmm.. jeniornya sendiri di lupain”
“Iya maaf adik,adik kelas berapa?”
“Kelas 2D kak”

“Ooh... deket donk sama kelas kak”
“Emang kakak kelas 9F”

Iyaa.. Cuma kakak ga’ pernah liat adek”
Sama Mia juga ga’ pernah liat kakak mungkin karna Mia jarang keluar kelas”
Ooh.. jadi penjaga kelas yaa dek J
Yee yaa ga’ juga kali kak”
Hehehh bercanda dek “
Dari situ dimulai dimana Mia mulai berkomunikasi denga Reihan, dari yang namanya smsan,facebookan dll.
 Hingga perasaan cinta tumbuh begitu saja karna semua kasih sayang dan perhatian yang Reihan beri pada Mia, semakin lama mereka makin dekat, tapi Mia berubah saat Reihan benar-benar mencintainya dia mulai cuek dan itu membuatkn Reihan bingung. Dan saat itu Mia  membuat sebuah status untuk seorang laki-laki. Saat Reihan tanya ternyata status itu untuk laki-laki lain.
*Di perpus
“ Mia..” panggil Reihan
“ Kak Reihan...”menoleh kesumber suara
“ Kamu lgi apa ?” mendekati Mia
“ Hmm ini lagi cari novel aja” jawabnya sambil memilih novel-novel yang ingin dia baca
“ Ooh...aku boleh nanya ga’?” tanyanya ragu
“ Boleh.. emang mau namya apaan kak?” membuka lembaran demi lembaran novel tersebut
“ Kemarin status difbmu untuk siapa dek” penasaran dengan jawaban Mia
“ Ooh.. itu emang kenapa kak?” menutup novelnya lalu menghadap Reihan
“ Engga cuma ingin tahu jaa “ jawab Reihan menutupi penasarannya
“ Mia status mu so sweet  banget pasti buat yang di Manado yaa” oceh salah satu temen sekelas Mia yang baru amsuk perpus
“ Hmm...bisa aja kamu” sambil senyum
“ Heehhhe jadi bener buat si abang bule” pergi meninggalkan Mia dan Reihan
“ Jadi status itu buat cowok kamu” mata Reihan berkaca-kaca
“ Iya begitulah...kak” dengan tersipu malu dengan ucapan Reihan
“ Emm kakak.. pergi dulu yaa karena ada kepentingan untuk eskul” pergi dengan air mata yang mulai mengalir dipipi mulus putih Reihan
“ Oke.. kenapa yaa kak Reihan tiba-tiba aneh gitu” tanyanya pada dirinya sendiri kemudian dia kembali pada novelnya
Reihan termenung di kamarnya memikirkan perasaannya pada Mia
“ Hancur, kecewa, sakit hati, sedih semua bercampur jadi satu. Tapi kenapa? Kenapa cintaku tak pernah bisa hilang darimu? kenapa? aku sudah mencoba untuk melupakanmu tapi apa? cintaku bertambah besar padamu. kenapa kamu memilih cowok lain? aku disini menunggu cintamu, aku sayang sama kamu tulus, aku mencintaimu juga tulus, tapi kenapa? kenapa kamu begini kepadaku? sadarlah, pekalah cintaku disini hanya untukmu seorang Mia. Bukan untuk orang lain. “ tanpa ia sadari buliran bening membasahi pipi mulusnya
Itulah cinta, butuh sebuah kesabaran yg ekstra. Tapi tidak ada salahnya kalau kita mempunyai rasa mencintai kepada adik kelas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar